7 Metode Terakurat Cara Menghitung Berat Badan Ideal

Cara menghitung berat badan ideal

Ada beberapa metode perhitungan untuk mengetahui apakah berat badan kita ideal atau tidak. Pada artikel ini akan dibahas 7 cara paling akurat menghitung berat badan ideal. Pada kali ini akan difokuskan pada satu metode paling popular yaitu body mass index (BMI) atau indeks massa tubuh (IMT).

Cara menghitung berat badan ideal

Daftar Isi

Pengantar

cara menghitung berat badan ideal

Dengan meningkatnya tingkat obesitas dan penyakit yang berhubungan dengannya, memberikan edukasi masyarakat tentang berat badan adalah hal yang baik. Beberapa metode penentuan berat badan ideal memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, namun bagus digunakan sebagai indikator awal.

Hal ini bisa digunakan untuk mendeteksi risiko diabtes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan keadaan kesehatan secara umum. Hal ini akan memeiliki peran dalam menjaga kesehatan anda dalam jangka waktu panjang.

Setiap orang yang pernah mencoba untuk menurunkan berat badan mengatakan bahwa hal itu bukanlah hal yang mudah. Kebanyakan orang tersebut ingin melihat segera hasilnya dan dietnya berlangsung cepat. Ada beberapa masalah untuk memantau perkembangan diet kita.

Jadi bagaimana cara kita mengukur perkembangan diet kita?

Disini tidak akan diurai bagaimana tips cara diet, kali ini kita akan melihat bagaimana cara menghitung berat badan ideal yang menjadi goal akhir program diet anda.

Anda dapat saja mulai dengan mengukurnya dengan ukuran baju atau celana. Hal ini bisa dilakukan untuk mengukur berapa kg berat badan anda sudah turun. Tapi untuk mengetahui apakah berat badan anda sudah ideal, anda membutuhkan parameter lain.

Ada beberapa metode yang bisa dipakai untuk mengukur berat tersebut. Metode paling popular yang akan dibahas khusus pada artikel ini adalah Body Mass Index (BMI) atau Indek Massa Tubuh (IMT). Selain itu akan dipaparkan metode lain, plus metode konvensional yang paling umum dipakai saat ini.

Kembali ke DAFTAR ISI

1.   Cara Menghitung Berat Badan Ideal dan Normal Paling Umum (konvensional)

Cara menghitung berat badan ideal

Di Indonesia metode paling popular untuk melihat berat badan seseorang dalam range norma atau tidak biasanya menggunakan  metode perhitungan sederhana:

Berat badan normal (kg) = tinggi badan (cm) – 100

Jadi misalkan tinggi anda 165 cm  maka berat badan normal anda adalah 65 kg, sedangkan jika anda memiliki tinggi 170 cm maka berat badan normal anda adalah 70 kg. Disini tidak dibedakan antara pria dan wanita.

Untuk berat badan ideal, biasanya dipergunakan cara perhitungan berat badan ideal dari Broca. Metode ini dibuat oleh Pierre Paul Broca merupakan cara menghitung berat badan ideal wanita dan pria.

Rumus berat badan ideal antara pria dan wanita dibedakan dengan dasar komposisi massa tubuh pria dan wanita berbeda. Pria memiliki lebih banyak massa otot dibandingkan wanita, sedangkan komposisi tubuh wanita lebih banyak memiliki massa lemak.

Kembali ke DAFTAR ISI

Formula Broca

cara menghitung berat badan ideal

Formula Broca ini mudah untuk digunakan yaitu :

Cara menghitung berat badan ideal pria

  • Berat badan ideal Pria (kg) = [tinggi badan (cm) – 100] – [(tinggi badan (cm) – 100) x 10%]

Cara menghitung berat badan ideal wanita

  • Berat badan ideal Wanita (kg) = [tinggi badan (cm) – 100] – [(tinggi badan (cm) – 100)x 15%]

Sebagai contoh kita ambil contoh diatas yaitu seorang pria tinggi 170 cm dengan berat 75 kg dan seorang wanita dengan tinggi 155 cm dan berat 50 kg.

Untuk hitungan berat badan normal adalah seharusnya mereka memiliki berat badan 70 kg dan 55 kg. Jadi pria kelebihan 5 kg dan wanita kekurangan 5 kg dari berat badan normal.

Sedangkan menurut perhitungan  berat badan ideal rumus Broca, berat badan ideal pria tinggi 170 cm tersebut adalah 63 kg.

Sedangkan berat badan wanita ideal wanita tinggi 155 cm adalah 46,75 kg. Jadi keduanya memiliki berat badan yang berlebih yaitu 12 kg untuk pria dan 3,25 kg untuk wanita.

  • [170 – 100] – [(170 – 100) x 10%] = 63 kg
  • [165 – 100] – [(165 – 100) x 15%] = 46,75 kg

Kembali ke DAFTAR ISI

2. Cara menghitung berat badan ideal dengan BMI atau IMT?

Cara menghitung berat badan ideal

Body Mass Index atau disingkat dengan BMI adalah salah satu cara yang dipergunakan untuk mengukur tingkat keidealan atau kenormalan berat badan seseorang berdasarkan tinggi tubuh.

Jadi berdasarkan indeks ini anda dapat mengetahui apakah berat badan kita sudah ideal tahu belum. Dapat juga perhitungan metode ini dapat dibalik, yaitu untuk menjawab berapakah berat badan ideal untuk anda dengan dasar tinggi tubuh anda.

BMI ini sangat berguna bagi yang sedang berdiet untuk mengetahui target penurunan berat badannya.

Secara umum, nilai BMI dibawah 18,5 artinya anda kurus atau termasuk kekurangan berat badan. Nilai BMI ideal adalah 18,5 sampai 24,9. Nilai BMI ini adalah tujuan akhir diet anda.

Nilai setelahnya menunjukan anda kelebihan berat badan yaitu antara indek 25 sampai dengan 29.9. Disebut obesitas apabila BMI diatas 30.

Banyak dokter dan tenaga medis professional menggunakan BMI sebagai panduan untuk memperkirakan keadaan kesehatan pasien secara umum. Namun demikian, metode yang sudah dipakai sejak tahun 1840-an memiliki beberapa kekurangan.

Masalah pertama adalah bahwa indek ini tidak memberikan perkiraan sebenarnya tentang persentase lemak tubuh.

Masalah lain adalah bahwa antara pria dan wanita memiliki persentase lemak tubuh yang sama namun berbeda nilai BMI-nya.

Terakhir adalah orang yang memiliki banyak massa otot memiliki nilai BMI yang tidak akurat.

Kembali ke DAFTAR ISI

BMI sebagai Indikator Kegemukan

Cara menghitung berat badan ideal

Body Mass Index (BMI) atau Indek Massa Tubuh (IMT) merupakan nilai berat badan dalam kilogram yang dibagi kuadrat tinggi badan dam meter. Tingginya nilai BMI dapat menjadi indikator tingginya tingkat kegemukan tubuh seseorang.

Menurut WHO (World Health Orgamization), nilai BMI menunjukan indikator sebagai berikut :

  • Jika nilai BMI anda kurang dari 18,5, artinya anda kurus (kekurangan berat badan)
  • Jika nilai BMI anda antara 18,5 sampai <25, artinya anda dalam batas normal
  • Jika nilai BMI anda antara 25 sampai <30, artinya anda gemuk (kelebihan berat badan)
  • Jika nilai BMI anda >30, artinya anda gemuk (obesitas)

Obesitas sendiri biasanya dibagi menjadi 3 kategori yaitu:

  • Obesitas Kelas 1 : Nilai BMI dari 30 sampai <35
  • Obesitas Kelas 2 : Nilai BMI dari 35 sampai <40, dan
  • Obesitas Kelas 3 : Nilai BMI > 40

Obesitas kelas 3 kadang digolongkan sebagai obesitas ekstrim atau obesitas parah.

Kementerian kesehatan Republik Indonesia kementerian juga mengeluarkan standard mengenai berat badan ini. Pembagiannya sama namun dari nilainya dibedakan sedikit.

Berikut merupakan standar dari Kementerian Kesehatan Indonesia :

  • Jika nilai BMI anda kurang dari 17, artinya anda kurus (kekurangan berat badan berat)
  • Jika nilai BMI anda antara 17,5 sampai < 18,5, artinya kurus (kekurangan berat badan ringan)
  • Jika nilai BMI anda antara 18,5 sampai <25, artinya berat badan anda normal
  • Jika nilai BMI anda antara 25 sampai < 27, artinya gemuk ( kelebihan berat badan tingkat ringan)
  • Jika nilai BMI anda >27, artinya anda gemuk (kelebihan berat badan tingkat berat)

Kembali ke DAFTAR ISI

Contoh cara untuk menghitung BMI (Body Mass Index)

cara menghitung berat badan ideal

Contoh 1:

Berat badan anda adalah 60 kg dan Tinggi Badan anda adalah 1,55 m (155 cm). Berapakah Indeks Massa Tubuh atau BMI anda?

  • BMI = 60 kg / (1,55 x 1,55)
  • BMI = 24,97 → Normal

Contoh 2:

Berat badan anda adalah 75 kg dan Tinggi Badan anda adalah 1,70 m (170 cm). Berapakah Indeks Massa Tubuh atau BMI anda?

  • BMI = 75kg / (1,70 x 1,70)
  • BMI = 25,95 → Gemuk

Contoh 3:

Jika anda seorang wanita memiliki tinggi badan 1,55 m (155 cm) dan anda ingin berada di nilai BMI atau IMT dalam range normal. Berapakah Berat Badan yang ideal untuk anda?

  • Berat Badan = Nilai BMI yang diinginkan x (Tinggi Badan x Tinggi Badan)
  • Berat Badan = 18,5 x (1,55 x 1,55)
  • Berat Badan = 44,47 kg
  • Berat Badan = 25 x (1,55 x 1,55)
  • Berat Badan = 60,07 kg

Jadi berat badan ideal untuk wanita dengan tinggi 155 cm adalah sekitar 44,47 kg – 60,07 kg.

Contoh 4:

Anda memiliki Tinggi Badan 1,70 m (170 cm) dan anda ingin berada di nilai BMI atau IMT dalam range normal. Berapakah Berat Badan yang ideal untuk anda?

  • Berat Badan = Nilai BMI yang diinginkan x (Tinggi Badan x Tinggi Badan)
  • Berat Badan = 18,5 x (1,7 x 1,7)
  • Berat Badan = 53,47 kg
  • Berat Badan = 25 x (1,7 x 1,7)
  • Berat Badan = 72,25 kg

Jadi berat badan ideal untuk pria dengan tinggi 170 cm adalah sekitar 53,47 kg -72,25 kg.

53,47-72,25 kg.

Kembali ke DAFTAR ISI

Cara menghitung berat badan ideal Anak berdasarkan BMI

Cara menghitung berat badan ideal

Bertahun-tahun, para dokter menggunakan pengukuran tinggi dan berat untuk menentukan perumbuhan  fisik anak untuk usia yang sama. Saat ini dokter menggunakan BMI.

BMI ini berguna untuk mengidentifikasi anak dan remaj yang berada dalam risiko dikarenakan kelebihan berat badan. Untuk anak dan remaja ini, terdapat hubungan kuat antara BMI dan jumlah lemak dalam tubuh. Jadi nilai BMI ini dapat mencegah terjadinya obesitas pada saat dewasa nanti.Dengan melihat risiko tadi, dokter dapat memberikan rekomendasi tentang cara makan anak atau remaja ini.

Cara menghitung berat badan ideal anak dapat mengikuti langkah sebagai berikut :

  • Tentukan nilai BMI sama seperti cara menghitung BMI untuk orang dewasa;
  • Tentukan persentil darikategori berat badan (berat bdan kurang, berat badan sehat, berat badan berlebih dan obesitas) dengan cara plot ke diagram BMI anak.Cara ngeplot :
    • Cari nilai BMI pada garis vertical (dipinggir kiri diagram)
    • Cari umur anak atau remaja yang sesuai (Berada pada dasar diagram)
    • Tentukan titik pada diagram dimana BMI dan usia yang sesuai. Tentukan persentilnya.
  • Tentukan kategori berat abdan anak berdasarkan persentil tadi.

Untuk usia anak 2 sampai dengan < 5 tahun (2-<5 tahun):

  • Dibawah 3% persentil artinya anak tersebut kurus (kurang berat badan)
  • 3% sampai dengan 85% persentil artinya berat badan anak tersebut normal (berat badan sehat)
  • 85% sampai dengan 97% persentil artinya berat badan anak gemuk (berat badan berlebih)
  • Diatas 97 sampai dengan 99,9% persentil artinya badan anak gemuk (obesitas)
  • Diatas 99,9% persentil artinya anak mengalami obesitas berat.

Untuk usia anak 5 sampai dengan 19 tahun (5-19 ahun):

  • Dibawah 3% persentil artinya anak tersebut kurus (kurang berat badan)
  • 3% sampai dengan 85% persentil artinya berat badan anak tersebut normal (berat badan sehat)
  • 85% sampai dengan 97% persentil artinya berat badan anak gemuk (berat badan berlebih)
  • Diatas 97 sampai dengan 99,9% persentil artinya badan anak gemuk (obesitas)
  • Diatas 99,9% persentil artinya anak mengalami obesitas berat.

Kembali ke DAFTAR ISI

Metode Lain Cara Menghitung Berat Badan Ideal

Banyak pihak yang mempermasalahkan hasil perhitungan dengan metode konvensional dan BMI bahwa keduanya menghasilkan nilai yang terlalu umum.

Hal ini karena tidak mempertimbangkan jenis kelamin, bentuk badan, umur dan etnik. Sebagai contoh atlet professional seringkali dianggap kelebihan berat badan atau obesitas apabila menggunakan perhitungan konvensional atau BMI.

Hal ini dikarenakan massa otot atlet biasanya akan lebih berat dari lemaknya. Mirip dengan kasus tadi, yaitu untuk orang yang sudah berumur, akrena kepadatan tulang akan berkurang sering bertambahnya usia, kelihatannya meskipun nilainya masih dalam range normal namun seharusnya ada penyesuaian yang menggambarkan perbedaan ini.

Meskipun ada beberapa kritik terhadap metode kedua perhitungan tadi, memonitor nilai tadi khususnya nilai BMI adalah salah satu cara menjaga kesehatan kita.

Untuk orang yang ingin menurunkan berat badannya, nilai BMI ini dapat menjadi goal utamanya. Klasifikasi BMI ini juga dapat membantu dokter/ahli nutrisi untuk melihat atau mengenali adanya kemungkinan kelainan pada makanan/cara makan atau malah dapat menunujukan bahwa ada masalah kesehatan yang lain.

Profesi kebanyakan kita bukanlah seorang tenga kesehatan professional dan tidak memiliki pengetahuan dan keahlian untuk mengerti tentang “berat badan sebenarnya” dengan memperhatikan semua faktor. Sehingga, perhitungan BMI yang sederhana dapat memberikan pengetahuan dasar untuk memperbaiki kesehatannya.

Hal ini bukan berarti metode lain tidak membantu. Beikut adalah 5 alternatif cara menghitung berat badan ideal selain metode konvensional dan metode BMI.

Kembali ke DAFTAR ISI

3. Index Adipositas Tubuh (Body Adiposity Index)

cara menghitung berat badan ideal

Index Adipositas Tubuh (Body Adiposity Index) ini tidak seperti BMI tidak menggunakan berat badan dalam perhitungannya.

Untuk menghitung persentase lemak tubuh, Index Adipositas Tubuh (Body Adiposity Index) mengalikan lingkar pinggul dengan tinggi anda. Meskipun studi klinik tidak menunjukan bukti apapun, Index Adipositas Tubuh (Body Adiposity Index) lebih akurat dengan gambaran dari BMI.

Kembali ke DAFTAR ISI

4. Pengukuran Lingkar Pinggang

Cara menghitung berat badan ideal

Salah satu pengukuran yang paling efektif selain BMI adalah menggunakan gaya lama yaitu menggunakan meteran. Dengan mengukur lingkar pinggang, anda  akan mendaptakan indikasi yang bagus untuk menunjukan lemak perut yang dalam tubuh anda.

Mengetahui lingkar pinggang ini membantu anda mengetahui risiko penyakit jantung dan kondisi medis lain.

Berdasarkan pendapat dokter, orang dengan nilai-nilai berikut berada dalam risiko yaitu untuk pria memiliki lingkar pinggang lebih dari 40 inci lebih dan wanita dengan lingkar pinggang 35 inci.

Kembali ke DAFTAR ISI

5. Perbandingan Ukuran Pinggang-Pinggul (Waist-to-hip ratio)

cara menghitung berat badan ideal

Perbandingan Ukuran Pinggang-Pinggul (waist-to-hip ratio) ini salah satu cara untuk melihat seberapa besar kelebihan berat badan.

Nilai ini juga mengindikasi beberapa indikator beberapa masalah kesehatan seperti tekanan darah, penyakit jantung dan diabetes.

Bagaimana cara menghitung Perbandingan Ukuran Pinggang-Pinggul (Waist-to-hip ratio)

Dihitung dengan menggunakan tali ukuran/meteran, hitung ukuran garis lingkar pinggang alami dan ukuran lingkar paha yang paling besar.

Selanjutnya, bagi nilai lingkar pinggang dengan ukuran lingkar paha. Setelah selesai lihat indikasi nilai tersebut.

Perbandingan Ukuran Pinggang-Pinggul (Waist-to-hip ratio results chart)

Metode Perbandingan Ukuran Pinggang-Pinggul (Waist-to-hip ratio results chart) ini berdasarkan standar yang ditentukan oleh the German Society for Sports Medicine and Prevention (DGSP).

Untuk Pria:

  • Nilai perbandingan < 0,9. Anda dalam keadaan normal;
  • Nilai perbandingan 0,9 sampai 0,99. Anda dalam keadaan kelebihan berat badan; dan
  • Nilai perbandingan >1,0. Anda dalam keadaan obesitas.

Untuk Wanita:

  • Nilai perbandingan <0,8. Anda dalam keadaan normal;
  • Nilai perbandingan 0,8 sampai 0,84. Anda dalam keadaan kelebihan berat badan; dan
  • Nilai perbandingan >0,85. Anda dalam keadaan obesitas.

The World Health Organisation (WHO) menyatakan bahwa obesitas abdominal direpresentasikan nilai perbandingan ukuran pinggang-paha diatas 0,9 untuk pria dan diatas 0,85 untuk wanita.

Kembali ke DAFTAR ISI

6. Penimbangan Nilai Hidrostatik (Hydrostatic Weighting)

cara menghitung berat badan ideal

Berbeda dengan kepercayaan dikalangan awam, penimbangan nilai hidrostatik ini bukan cara yang tidak efektif untuk menghitung lemak tubuh.

Proses penimbangan dilakukan diatas kursi dibawah air dengan nilai awal nol. Anda akan duduk diatas kursi sebelum mengeluarkan nafas dari paru-paru dan menempatkan kepala anda didalam air.

Setelah nilai timbangan stabil maka nilai tersebut jadi hasil pengukuran. Hasil pengukuran tersebut akan dimasukkan ke dalam beberapa rumus yang pada akhirnya akan menghasilkan nilai lemak tubuh.

Kembali ke DAFTAR ISI

7. Pengukuran Lemak Tubuh (Body Fat Measuring)

Cara menghitung berat badan ideal

Mungkin cara paling mudah untuk mengukur lemak tubuh adalah dengan menggunakan peralatan caliper khusus.

Pengukuran kulit dan lemak diambil pada pinggang, bahu, otot bisep dan trisep. Hasil pembcaan (dalam millimeter) digabung untuk mendapatkan gambaran utuh.

Nilai-nilai tersebut diplot pada diagram yang dapat memperlihatkan kandungan lemak tubuh dengan mempertimbangakan jenis kelamin, umur dan hasil pengukuran tadi. Semakin tinggi kandungan lemak dalam tubuh, semakin besar risiko anda mengalami obesitas.

Kembali ke DAFTAR ISI

Penutup

Demikian uraian tentang cara menghitung berat badan ideal dari metode konvensional sampai yang terbaru.

Sebagai contoh diuraikan juga contoh berat badan ideal pria tinggi 175 cm dan berat badan ideal wanita tinggi 155 cm. Jika artikel ini bermanfaat bagi anda, silahkan dishare pada keluarga dan sahabat anda!

Jadi apakah anda sudah memiliki berat badan ideal? Kalau belum, cobalah untuk berdiet untuk mendapatkannya.

Silahkan berikan komentar anda, berapa kg berat anda dari berat badan ideal anda.

Kembali ke DAFTAR ISI

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *